Thursday 5 September 2013

11 hal yg perlu diingat untuk bisnis startup dari @guykawasaki

source bagus lagi nemu di inet

Tyovan adalah seorang technopreneur muda Indonesia, yang telah mulai mendirikan startup pada saat kelas 1 SMA. Founder serta CEO dari Vemobo dan Moboweb ini sekarang masih duduk di semester akhir Binus University. Proflinya telah di muat di banyak media di Indonesia, dan oleh Hai Magazine, Tyovan dikukuhkan sebagai Heroes Amoung Us di bidang Youngpreneurship. Twitter : @tyovan, web : www.tyovan.com.

Bulan maret kemarin saya berkesempatan untuk pergi ke Silicon Valley, selama satu bulan saya berkeliling dan mempelajari ekosistem startup di sana. Dari perjalanan itu saya berkesempatan untuk bertemu dengan orang-orang paling top di jagat teknologi. Salah satu orang yang saya temui yaitu Guy Kawasaki, beliau adalah seorang author, investor dan business advisor untuk perusahan-perusahaan startup teknologi di Silicon Valley. Selain itu beliau juga merupakan mantan Chief Marketing pertama Apple pada tahun 1984 dan menjadi tim inti yang berkerja bersama Steve Jobs.Dalam pertemuan tersebut saya mendapat banyak sekali wejangan dari beliau, salah satu hal yang beliau sampaikan kepada saya yaitu mengenai 11 kesalahan yang biasa dilakukan oleh startup, dan ilmu dari beliau ini akan saya bagikan kepada kalian.11 kesalahan yang biasa dilakukan oleh startup adalah :
1. Multiplying big numbers by 1 percent
Banyak startup pemula membuat kesalahan dengan mengukur market dengan asumsi dirinya sendiri. ” Bayangkan jika kita menguasai market 1% saja dari seluruh pengguna internet, produk kita akan berhasil, kita yakin bisa menguasai 1% itu ! “, pasti diantara kita ada yang pernah mengatakan kata-kata yang mirip dengan kalimat tadi, padahal untuk menguasai market yang 1% itu tidak semudah apa yang kalian omongkan ! untuk menguasai yang 1% itu butuh kerja keras dan tentunya modal yang tak sedikit.
Investor tentunya juga tidak mau mempercayakan dana investasinya kepada startup yang ketika melakukan pitching mengungkapkan jika dia hanya ingin menguasai 1% saja. Tak akan ada investor yang mau memberikan dana kepada anda.
2. Scaling to soon
Ini yang paling sering dilakukan oleh startup, melebarkan bisnis tanpa membuat milestone yang jelas. Ketika usaha kita mulai berkembang, kita cenderung bernafsu untuk berekspansi secepat mungkin tanpa fondasi bisnis yang kuat. Hal ini akan menjadi bumerang kita dikemudian hari jika apa yang kita bangun tidak kokoh fondasinya. Ibarat gedung kalau fondasinya rapuh dan kita paksa bangun 20 lantai maka akan ambruk segera mungkin.
Buatlah fondasi bisnis yang kokoh dulu baru pikirkan untuk ekspansi !
3. Partnering
Partnering itu sebetulnya adalah omong kosong, Satu hal yang harus diingat oleh para pelaku startup, yaitu sales ! yap, startup harusnya focus pada sales, monetisasi dan memikirkan caranya agar mendapatkan uang dari user secepat mungkin yang menggunakan layanan kita.
4. Pitching instead of prototyping
Ketika melakukan pitching, disarankan untuk menunjukan demo atau prototype dari produk yang akan kita bikin, kerena dengan menunjukan hal tersebut maka investor akan yakin bahwa kita sesungguhnya mampu membuat produk itu. So, the key is not the ” PITCH “, but the key is the ” PROTOTYPE “.
5. Using too many slides and to small of font
Banyak diantara startup yang sering melakukan kesalahan dalam hal pitching, Mr. Guy menuturkan bahwa jumlah ideal untuk slide PowerPoint adalah 10 slides dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pitching adalah 20 menit. Ukuran font juga jangan terlalu kecil, idealnya adalah 30 point atau lebih. Aturan ini dikenal dengan istilah 10/20/30.
6. Doing things serially
Kesalahan terbesar yang biasa dilakukan oleh startup adalah melakukan semua hal dalam waktu yang bersamaan. Padahal seharusnya kita harus bisa mengatur sejumlah tugas untuk dikerjakan secara bertahap, tidak sekaligus semuanya. Semua rencana yang akan kita lakukan harus di breakdown secara detil menjadi bagian-bagian kecil untuk kemudian kita selesaikan satu persatu secara berkelanjutan. Bicara mengenai startup kita bicara mengenai management bung !
7. Believing 51% = Control
Banyak founder startup berpikir seperti ini, mentang-mentang memiliki 51% saham, maka otomatis control perusahaan ada di tangan si founder, ups, that’s wrong guys !
Namanya ngambil duit dari luar atau investor itu sebenarnya anda sudah kehilangan control atas startup anda. Lho kok bisa ? ya tentu saja, karena anda sudah melibatkan orang lain untuk ikut bagian dari masa depan startup anda. Ingat, control perusahaan itu tidak seperti anggota DPR yang harus vote beberapa orang untuk mengambil keputusan, tetapi isu terbesarnya adalah bagaimana anda bisa menjaga hubungan emosional, masalah keuangan dan bertanggung jawab terhadap si investor.
So kalau kalian tidak mau beban dengan masalah tadi, mending jangan mengambil uang dari investor, gunakan modal sendiri. 51% is an illusion of control !
8. Believing patents = defensibility
Paten adalah salah satu isu kadang dipikirkan sang founder, berkutat di panten sesungguhnya tidak akan menghasilkan apa-apa. Untuk startup sesungguhnya paten tidak akan berarti untuk anda, kecuali memang ada penemuan teknologi spesifik yang memang belum ada.
Ingat, pemain-pemain besar bisa saja mempermainkan paten anda, mereka mempunyai modal besar untuk bersaing dengan paten anda. Investor sesungguhnya tahu benar akan hal ini.
9. Hiring in your own image
Sebagai startup, anda harus belajar untuk memperkerjakan dan berkerjasama dengan orang-orang yang memiliki kemampuan yang tidak anda miliki. Jika anda adalah seorang programmer, maka seharusnya anda berkerjasama dengan orang yang ahli dalam bidang management, sales dan business, begitu pula sebaliknya. Jangan mengerjakan semua hal sendiri, you are not superman guys !
Tim di dalam startup butuh keseimbangan dalam menjalankan operational. Diversity is really important. Skills & culture. Complement each others
10. Befriending your VC’s
Bro, investor actually is not your friend. They are in the business of making money, mereka bertemu dengan anda, tertarik dengan anda dan mau bekersama dengan anda karena alasan UANG, mereka berharap mendapat keuntungan dari menjalin hubungan dengan anda, itu faktanya.
The key to managing any VC or investor is just by MEETING YOUR PROJECTIONS.
Masa-masa bulan madu antara founder dan VC itu hanya ada di awal.
Don’t be friend with them.
They are not friend or loyal to you.
Be friendly is okay.
11. Thingking VC’s can add value
Jangan terlalu berharap kepada VC yang mengatakan bahwa dia bisa menambah suatu value bagi startup anda, yang bisa memberikan value terhadap startup anda ya anda sendiri, bukan orang lain.
Ingat, VC adalah orang yang super sibuk, jangan mengira mereka akan mau membantu bisnis anda. You have to make your business !